ULANGAN HARIAN MATEMATIKA SMP SISTEM KOORDINAT KELAS VIII
sistem koordinat
Deskripsi lengkap
mekanikaFull description
Deskripsi lengkap
SISTEM KOORDINAT GEOGRAFIDeskripsi lengkap
0Deskripsi lengkap
MatFull description
Sebelumnya kita telah mengenal dan menggunakan sistem koordinat dalam pelajaran matematika. Sistem koordinat yang sering dipakai adalah sistem koordinat kartesius atau kartesian. Sistem koor…Deskripsi lengkap
MatFull description
Deskripsi lengkap
Mat
ULANGAN HARIAN MATEMATIKA SMP SISTEM KOORDINAT KELAS VIII
Penjelasan ringkas
SISTEM KOORDINAT CIS
Sistem koordinat Conventional Inertial System System (CIS) merupakan sistem referensi koordinat kartesian tiga dimensi yang biasa digunakan untuk mendefinisikan posisi dan pergerakan satelit serta benda-benda langit lainnya. CIS C IS memiliki sifat geosentrik (berpusat pada bumi) dan terikat langit, sehingga dikenal juga sebagai sistem ECSF Earth-Centered (Earth-Centered Space-Fixed ). ). Sistem ini tidak berotasi dengan bumi, tetapi ikut berevolusi bersama bumi. Karakteristik dasar CIS CIS yaitu : 1. Titik nol sistem koordinat ini adalah pusat bumi dan sumbu-sumbu sistem koordinatnya terikatnya ke langit. 2. Sumbu X mengarah ke titik semi (vernal (vernal equinox) equinox) pada epok standar J2000.0 dan terletak pada bidang ekuator bumi. 3. Sumbu Z mengarah ke CEP (Conventional (Conventional Ephemeris Pole) Pole) pada epok standar J2000.0 4. Sumbu Y tegak lurus sumbu X dan Z dan membentuk sistem koordinat dengan tangan kanan.
Sumb Sumbu Z
CEP J2000.0 Bidang ekliptika
Sumb Sumbu Y
Pusat bumi ᵞ
Sumb Sumbu X
Bidang ekuator Titik semi (Vernal Equinox) Gambar 1. Sistem Koordinat Referensi CIS
Pengikatan sumbu-sumbu sistem koordinat CIS ke langit dapat dilakukan terhadap beberapa benda langit, diantaranya: 1. Sumber gelombang radio ekstra-galaktik seperti kuarsar. CIS dapat direalisasikan dengan metode VLBI, CIS ini dinamakan radio-CIS. 2. Bintang-bintang, seperti pada catalog bintang FK5. CIS dapat direalisasikan dengan pengamatan bintang dan dinamakann stellar-CIS. 3. Planet dan satelit artificial bumi. CIS dapat direalisasikan dengan metode astrometri, LLR, SLR, Doppler, GPS, Glonass, dan dinamakan dynamical-CIS. Berikut beberapa mekanisme realisasi CIS sebagai fungsi dari target, teknik, dan stasiun bumi yang digunakan.
TARGET
TEKNIK
STASIUN
BUMI
Bintang (Radio) Milisec Pulsar Kuasar Bintang (Optik) Bulan
Radio Pulsa Timing VLBI
Mobile VLBI
ΔVLBI/VLA
Radar+S/C Ranging
Fixed VLBI Radiometric Ranging Sites
Astromtery
Bulan
LLR
Satelit
SLR
Stasiun LLR Mobile/fixed SLR
Doppler
Mobile/fixed Doppler
GPS
Stasiun GPS
Gambar 2. Hubungan antara beberapa realisasi CIS
Pada sistem CIS ini koordinat dinyatakan dalam besaran-besaran jarak (X,Y,Z) atau sistem Kartesian yang biasanya digunakan untuk mendeskrisikan posisi satelit yang relatif dekat dengan bumi. Selain itu, digunakan juga besaran- besaran sudut (α,δ) atau sistem asensiorekta yang digunakan untuk mendeskripsikan posisi obyek yang relatif jauh dari permukaan bumi seperti bintang dan kuasar. Z