A.
Topik
: PHBS dalam Tatanan Rumah Tangga
Penyuluh
: John sembiring
Kelompok Sasaran
: Masyarakat Kecamatan Silimakuta
Tanggal/Bln/Th
:
Waktu
:
LATAR BELAKANG
Pembangunan kesehatan bertujuan meningkatkan kesadaran, kemampuan dan kemauan hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang setinggitingginya. Masyarakat diharapkan mampu berperan sebagai pelaku pembangunan kesehatan dalam menjaga, memelihara dan meningkatkan derajat kesehatannya sendiri serta berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat. Harapan tersebut dapat terwujud apabila masyarakat diberdayakan sepenuhnya dengan sumber daya dimilikinya untuk dapat menerapkan PHBS dalam kehidupannya sehari-hari, baik di rumah, di sekolah, di tempat kerja. Perilaku
Hidup
Bersih
dan
Sehat
(PHBS)
yang
harus
dilakukan
oleh
setiap
individu/keluarga/kelompok sangat banyak, dimulai dari bangun tidur sampai dengan tidur kembali. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat adalah sekumpulan perilaku yang dipraktekkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan individu/keluarga/kelompok dapat menolong dirinya sendiri dalam bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan derajat kesehatan masyarakat. Salah satu sasaran PHBS adalah tatanan
rumah tangga,
maka kelompok melakukan
asuhan dengan menerapkan strategi promkes pada tatanan rumah tangga. Penerapan PHBS di rumah tangga merupakan salah satu upaya strategis untuk menggerakan dan memberdayakan keluarga atau anggota rumah tangga untuk berprilaku PHBS. PHBS dirumah tangga di arahkan untuk memberdayakan setiap keluarga atau anggota rumah tangga agar tahu, mau, dan mampu menolong diri sendiri di bidang kesehatan dengan mengupayakan lingkungan yang sehat, mencegah dan menanggulangi masalah-masalah kesehatan yang dihadapi, memanfaatkan sarana pelayanan kesehatan yang ada, serta berperan aktif mewujudkan kesehatan masyarakatnya dan mengembangkan upaya kesehatan dan mengembangkan upaya kesehatan bersumber daya
masyarakat. Oleh karena itu kegiatan PHBS dirumah tangga pelaksanaannya dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu RT, RW, Dusun, kampung, Desa/Kelurahan. B.
TUJUAN Tujuan Instruksional Umum :
Memberikan pengetahuan kepada masyrakat tentang perilaku hidup sehat di tatanan rumah tangga
Tujuan Instruksional Khusus :
Masyarakat diharapkan mampu melakukan pola hidup sehat sesuai indikator yang telah di tentukan.
C. MANFAAT Dengan memberikan penyuluhan kepada masyarakat Desa Sayang, mengenai pola hidup sehat di tatanan rumah tangga, di harapkan mampu meningkatkan tinggat kesadaran dan kesehatan masyarakat akan pentingnya kesehatan, sehingga secara tidak langsung tingkat kesehatan masyarakat akan meningkat. D. DIMENSI
Setiap perencanaan acara pendidikan kesehatan, pada ruang lingkup pendidikan kesehatan tersebut dapat dilihat dari berbagai dimensi seperti dimensi sasaran, dimensi tempat pelaksanaannya, dan dimensi tingkat pelayanan kesehatan. Penyuluhan kesehatan bertopik PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat) dapat ditinjau seperti dimensi yang telah disebutkan pada paragraf awal yaitu :
a.
Dimensi Sasaran Pendidikan kesehatan individual dengan sasaran individu, yaitu salah seorang perawat memberikan penyuluhan pendidikan tentang PHBS kepada Ibu A di salah satu warga Desa Sayang Kec. Ngantang Kab. Malang.
b.
Pendidikan kesehatan kelompok dengan sasaran kelompok, yaitu kelompok mahasiswa keperawatan memberikan penyuluhan tentang PHBS kepada kelompok arisan ibu-ibu di Desa Sayang Kec. Ngantang Ngantang Kab. Malang.
c.
Pendidikan kesehatan masyarakat dengan sasaran masyarakat luas, yaitu tenaga kesehatan keperawatan memberikan penyuluhan tentang PHBS kepada semua ibu-ibu di kecamatan Silimakuta
Dimensi Tempat Pelaksanaannya
a.
Pendidikan kesehatan di sekolah dengan sasaran murid, yaitu perawat melakukan penyuluhan di sekolah dasar tentang cara mencuci tangan sebagaai salah satu upaya PHBS di lingkungan sekolah.
b.
Pendidikan kesehatan di rumah sakit ataau puskesmas dengan sasaran pasien dan keluarga pasien, yaitu perawat memberikan pendidikan bagaimana cara pasien dalam mencuci tangan dengan benar yang merupakan upaya pencegahan keparahan dari penyakitnya dan mengikuti prinsip PHBS.
c.
Pendidikan kesehatan di tempat kerja dengan sasaran buruh atau karyawan yang bersangkutan, yaitu tenaga kesehatan perawat memberikan penyuluhan kepada karyawan pabrik tentang apa yang harus dilakukan di tempat kerja untuk menjalankan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat yaitu mengurangi menggunakan plastic dan sterofoam, manfaatkan kertas bekas, mematikan peralatan listrik jika sudah tidak digunakan, memisahkan antara sampah kering sampah basah dan sampah berbahaya, minimalkan pengggunaan kendaraan pribadi atau maksimalkan penumpang 1 orang, tidak merokok, beraktifitas fisik sekurangnya 30 menit per hari, cuci tangan pakai sabun sesering mungkin, dan konsumsi makanan bergizi seimbang.
Dimensi Tingkat Pelayanan Kesehatan Pendidikan kesehatan dapat dilakukan berdasarkan 5 tingkat pencegahan dari Leavel dan Clark
a.
Promosi kesehatan, dalam memberikan penyuluhan tentang cara pencegahan penyakit dengan cara mengikuti prinsip PHBS.
b.
Perlindungan khusus, perawat memberikan pendidikan dan penjelasan tentang pentingnya ASI bagi perkembangan bayi.
c.
Diagnosis dini dan pengobatan segera, perawat penyuluhan kepada warga masyarakat Desa Sayang Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang bagaimana cara mencegah penyakit terjadi dengan menggunakan prinsip-prinsip PHBS.
d.
Pembatasan kecacatan, perawat memberikan pengertian, melakukan pengobatan rutin, dan memberikan contoh untuk menhindari cacat lebih parah lagi sesuai prinsip PHBS.
e.
Rehabilitasi, perawat memberikan pengetahuan dan menyadarkan masyarakat ibu-ibu di Desa Sayang Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang tentang upaya penyembuhan sesuai dengan prinsip-prinsip PHBS.
E.
D. NO
KEPANITIAAN Ketua pelaksana
:
Sekretaris
:
Bendahara
:
Sie Acara
:
Sie Perlengkapan
:
KEGIATAN TAHAP
KEGIATAN
ALOKASI
METODE ALAT
WAKTU
EVALUASI
PERAGA
(MENIT)
1.
Pembukaan
Sambutan kepala desa Purba
5 menit
Ceramah
-
-
5 menit
Ceramah
-
-
45 menit
Ceramah
Tua Etek Kec. Silimakuta Sambutan ketua pelaksanaanpenyuluhan 2.
Penjelasan
Penyuluhan tentang PHBS di Tatanan Rumah Tangga dari 10
LCD
-
proyektor,
indikator 3.
Perawatan
Praktik salah satu indikator di
dan
Tatanan Rumah Tangga (cuci
pengobatan
tangan dengan air bersih) Menimbang bayi dan balita
4
Penutup
15 menit
Simulasi
Air bersih,
-
sabun,
20 menit
-
Timbangan,
-
Tanya jawab
15 menit
-
-
-
Pembacaan doa Penutup
10 menit
-
E. ORGANISASI Moderator
:
Notulen
:
Penyaji
:
Observer
:
Fasilitator
:
Uraian Tugas Pemateri
: Menyajikan materi
Moderator
: Mengatur jalannya diskusi
Notulis
: Mencatat hasil diskusi
Fasilitator
: Mendampingi peserta penyuluhan
Observer
: Mengobservasi jalannya penuluhan tentang ketepatan
waktu, ketepatan masing-masing peran.
F. METODE
- Ceramah G. MEDIA
-
Lcd & monitor
H.
EVALUASI
-
Masyarakat mengerti tentang Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat
-
Masyarakat mampu mempraktikan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat
I.
REVERENSI
http://www.plazainformasi.jogjaprov.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=28 43:10-indikator-phbs-dalam-tatanan-rumah-tangga&catid=34:berita-baru&Itemid=53
-
www.dinkes.jogjaprov.go.id.
-
http://klikharry.com/2012/07/21/phbs-no-6-menggunakan-jamban-sehat/
-
http://klikharry.com/2012/07/17/phbs-no-5-mencuci-tangan-dengan-air-bersih-dan-sabun/
-
http://www.sditmadani.sch.id/2014/01/7-langkah-cara-mencuci-tangan-yang.html
-
http://klikharry.com/2012/07/16/phbs-no-4-menggunakan-air-bersih/
-
http://klikharry.com/2012/07/13/phbs-no-3-menimbang-bayi-dan-balita-setiap-bulan/
-
LAMPIRAN : MATERI
: terlampir
EVALUASI (SESUAI DOMAIN:
1. Masyarakat dapat memahami PHBS di rumah tangga. 2. Masyarakat dapat mempraktikkan PHBS di rumah. 3. Masyarakat dapat menyalurkan informasi yang sudah didapat dari penyuluhan kepada anggota keluarga atau orang lain.
LAMPIRAN PHBS DI TATANAN RUMAH TANGGA
PHBS di tatanan rumah tangga sekumpulan perilaku yg dipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, yg menjadikan seseorang atau keluarga dapat menolong diri sendiri di bidang kes & berperan-aktif dalam mewujudkankesehatan masyarakatnya. Merupakan upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau dan mampu mempraktikkan hidup bersih dan sehat, serta berp eran aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat. Sasaran PHBS di rumah tangga adalah seluruh anggota keluarga secara keseluruhan dan terbagi dalam:
a.
Sasaran primer Adalah sasaran utama dalam rumah tangga yang akan d irubah perilakunya atau anggota keluarga yang bermasalah (individu dalam keluarga yang bermasalah).
b.
Sasaran sekunder Adalah sasaran yang dapat mempengaruhi individu dalam keluarga yang bermasalah misalnya, kepala keluarga, ibu, orang tua, tokoh keluarga, kader tokoh agama, tokoh masyarakat, petugas kesehatan dan lintas sektor terkait, PKK.
c.
Sasaran tersier Adalah sasaran yang diharapkan dapat menjadi unsur pembantu dalam atau mendukung pendanaan, kebijakan, dan kegiatan untuk tercapainya pelaksanaan PHBS misalnya, kepala desa, lurah, camat, kepala Puskesmas, guru, tokoh masyarakat dll.
10 INDIKATOR PHBS DI TATANANAN RUMAH TANGGA.
1. PERSALINANDITOLONGOLEHTENAGAKESEHATAN
Pertolongan pertama pada persalinan balita termuda dalam rumah tangga dilakukan oleh tenaga kesehatan (dokter, bidan) Tenaga kesehatan merupakan orang yang sudah ahli dalam membantu persalinan, sehingga keselamatan ibu dan bayi lebih terjamin. Disamping itu dengan ditolong oleh tenaga kesehatan, apabila terdapat kelainan dapat diketahui dan segera ditolong atau dirujuk ke Puskesmas atau Rumah Sakit. Jika ibu bersalin ditolong oleh tenaga kesehatan maka peralatan yang digunakan aman, bersih dan steril sehingga mencegah terjadinya infeksi dan bahaya kesehatan lainnya 2. MEMBERI BAYI ASI EKSLUSIF Bayi termuda umur 0 – 6 bulan diberi ASI saja sejak lahir sampai dengan 24 jam terakhir.
ASI adalah makanan alamiah berupa cairan dengan kandungan zat gizi yang cukup dan sesuai untuk kebutuhan bayi, sehingga tumbuh dan berkembang dengan baik.Manfaat memberi ASI bagi ibu adalah dapat menjalin hubungan kasih sayang antara ibu dan bayi, mengurangi pendarahan setelah persalinan, mempercepat pemulihan kesehatan ibu, dapat menunda kelahiran berikutnya, mengurangi risiko kena kanker payudara dan lebih praktis karena ASI lebih mudah diberikan pada saat bayi membutuhkan. Asi ekslusif diberikan pada bayi usia 0-6 bulan. sampai 5 tahun di Posyandu.Setelah bayi dan balita ditimbang, catat hasil 3. MENIMBANG BAYI DAN BALITA SETIAP SEBULAN SEKALI
Penimbangan bayi dan balita dimaksudkan untuk memantau pertumbuhannya setiap bulan Penimbangan bayi dan balita dilakukan setiap bulan mulai umur 1 bulan penimbangan di
Buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) atau Kartu Menuju Sehat (KMS) maka akan terlihat berat badannya naik atau tidak naik. Naik, bila:
· Garis pertumbuhannya naik mengikuti salah satu pita warna padaKMS. · Garis pertumbuhannya pindah ke pita warna di atasnya. Tidak naik, bila:
· Garis pertumbuhannya menurun. · Garis pertumbuhannya mendatar. · Garis pertumbuhannya naik tetapi pindah ke pita warna yang lebihmuda. Tanda-tanda bayi atau balita yang menderita gizi buruk adalah badan kurus serta berat badan tidak naik selama 3 bulan, mudah sakit, tampak lesu dan lemah dan mudah menangis dan rewel. Jenis-jenis gizi buruk pada bayi dan balita : 1. Kwashiorkor 2. Marasmus 3. Marasmus-Kwasihorkor
1. Tanda-tanda gizi buruk pada kwashiorkor:
· Edema seluruh tubuh(terutama pada punggung kaki).
· Wajah bulat dan sembab.
· Cengeng/rewel/apatis.
· Perut buncit.
· Rambut kusam dan mudah dicabut.
· Bercak kulit yang luas dan kehitaman/bintik kemerahan.
2. Tanda-tanda gizi buruk pada marasmus:
· Tampak sangat kurus.
· Wajah seperti orang tua.
· Cengeng/rewel/apatis.
· Iga gambang, perut cekung.
· Otot pantat mengendor.
· Pengeriputan otot lengan dan tungkai. Manfaat menimbang bayi dan balita setiap satu bulan : · Untuk mengetahui apakah balita tumbuh sehat. · Untuk mengetahui dan mencegah gangguan pertumbuhan balita. · Untuk mengetahui balita yang sakit, (demam/batuk/pilek/diare),berat badan dua bulan berturutturut tidak naik, balita yang berat badannya BGM (Bawah Garis Merah) dan dicurigai Gizi buruk sehingga dapat segera dirujuk ke Puskesmas. · Untuk mengetahui kelengkapan Imunitasi. · Untuk mendapatkan penyuluhan gizi.
4. MENGGUNAKAN AIR BERSIH
Air adalah kebutuhan dasar yang dipergunakan sehari-hari untuk minum, memasak, mandi, berkumur, membersihkan lantai, mencuci alat-alat dapur, mencuci pakaian, dan sebagainya, agar kita tidak terkena penyakit atau terhindar dari sakit.Air bersih secara fisik dapat dibedakan melalui indera kita, antara lain (dapat dilihat, dirasa, dicium, dan diraba). Syarat air bersih adalah :
Air tidak berwarna harus bening/jernih.
Air tidak keruh, harus bebas dari pasir, debu, lumpur, sampah, busadan kotoran lainnya.
Air tidak berasa, tidak berasa asin, tidak berasa asam, tidak payau,dan tidak pahit, harus bebas dari bahan kimia beracun.
Air tidak berbau seperti bau amis, anyir, busuk atau bau belerang. Manfaat menggunakan air bersih adalah :
Terhindar dari gangguan penyakit seperti diare, kolera, disentri,thypus, kecacingan, penyakit mata, penyakit kulit atau keracunan.
Setiap anggota keluarga terpelihara kebersihan dirinya.Mata air Sumur gali Penampungan air hujan Air bersih dapat diperoleh dari :
Mata air
Air sumur atau air sumur pompa
Air ledeng/perusahaan air minum
Air hujan
Air dalam kemasan
Cara menjaga agar air tetap bersih
Jarak letak sumber air dengan jamban dan tempat pembuangan sampah paling sedikit 10 meter.
Sumber mata air harus dilindungi dari bahan pencemaran.
Sumur gali, sumur pompa, kran umum dan mata air harus dijaga bangunannya agar tidak rusak seperti lantai sumurtidak boleh retak, bibir sumur harus diplester dan sumur sebaiknya diberi penutup.
Harus dijaga kebersihannya seperti tidak ada genangan air di sekitarsumber air, tidak ada bercak-bercak kotoran, tidak berlumut pada lantai/dinding sumur. Ember/gayung pengambil airharus tetap bersih dan tidak diletakkan di lantai (ember/gayung digantung ditiang sumur).
Meski terlihat bersih, air belum tentu bebas kuman penyakit. Kuman penyakit dalam air mati pada suhu 100 derajat C (saat mendidih). 5. MENCUCI TANGAN DENGAN AIR BERSIH DAN SABUN Mengapa harus mencuci tangan dengan menggunakan air bersih dan sabun?
Air yang tidak bersih banyak mengandung kuman dan bakteri penyebab penyakit. Bila digunakan, kuman berpindah ke tangan.
Pada saat makan, kuman dengan cepat masuk ke dalam tubuh,yang bisa menimbulkan penyakit.
Sabun dapat membersihkan kotoran dan membunuh kuman, karena tanpa sabun kotoran dan kuman masih tertinggal di tangan.
Kapan saja harus mencuci tangan?
Setiap kali tangan kita kotor (setelah; memegang uang, memegang binatang, berkebun, dll).
Setelah buang air besar.
Setelah menceboki bayi atau anak.
Sebelum makan dan menyuapi anak.
Sebelum memegang makanan.
Sebelum menyusui bayi.
Sesudah memegang binatang
Sesudah berkebun.
Sesudah menceboki bayi atau anak.
Sesudah memegang uang
Apa manfaat mencuci tangan?
Membunuh kuman penyakit yang ada di tangan.
Mencegah penularan penyakit seperti Diare, Kolera Disentri, T yphus,kecacingan, penyakit kulit, Infeksi Saluran Pernapasan Akut(ISPA), flu burung atau Severe Acute Respiratory Syndrome(SARS).
Tangan menjadi bersih dan bebas dari kuman.
Bagaimana cara mencuci tangan yang benar? 1.
Basahi kedua telapak tangan setinggi pertengahan lengan memakai air yang mengalir, ambil sabun kemudian usap dan gosok kedua telapak tangan secara lembut
2.
Usap dan gosok juga kedua punggung tangan secara bergantian
3.
Jangan lupa jari-jari tangan, gosok sela-sela jari hingga bersih
4.
Bersihkan ujung jari secara bergantian dengan mengatupkan tangan
5.
Gosok dan putar kedua ibu jari secara bergantian
6.
Letakkan ujung jari ke telapak tangan kemudian gosok perlahan
7.
Bersihkan kedua pergelangan tangan secara bergantian dengan cara memutar, kemudian diakhiri dengan membilas seluruh bagian tangan dengan air bersih yang mengalir lalu keringkan
memakai handuk atau tisu. Penggunaan sabun khusus cuci tangan baik berbentuk batang maupun cair sangat disarankan untuk kebersihan tangan yang maksimal. Pentingnya mencuci tangan secara baik dan benar memakai sabun adalah agar kebersihan terjaga secara keseluruhan serta mencegah kuman dan bakteri berpindah dari tangan ketubuh anda. Keringkan tangan dengan kain b ersih atau tisu. Apa peran kader dalam membina perilaku cuci tangan?
Memanfaatkan setiap kesempatan di desa/kelurahan untuk memberikan penyuluhan tentang pentingnya perilaku cuci tangan, misalnya melalui penyuluhan kelompok di posyandu,arisan, pengajian, pertemuan kelompok Dasa Wisma, dankunjungan rumah.
Mengadakan kegiatan gerakan cuci tangan bersama untuk menarik perhatian masyarakat, misalnya pada peringatan hari-hari besar kesehatan atau ulang tahun kemerdekaan.
6. MENGGUNAKAN JAMBAN SEHAT DAN BERSIH Apa itu jamban?
Jamban adalah suatu ruangan yang mempunyai fasilitas pembuangan kotoran manusia yang terdiri atas tempat jongkok atau tempat duduk dengan leher angsa atau tanpa leher angsa (cemplung) yang dilengkapi dengan unit penampungan kotoran dan air untuk membersihkannya. jamban terapung
Apa saja jenis jamban yang digunakan?
a. Jamban cemplung Adalah jamban yang penampungannya berupa lubang yang berfungsi menyimpan dan meresapkan cairan kotoran/tinja ke dalam tanah dan mengendapkan kotoran ke dasar lubang. Untuk jamban cemplung diharuskan ada penutup agar tidak berbau. b. Jamban tangki septik/leher angsa Adalah jamban berbentuk leher angsa yang penampungannya berupa tangki septik kedap air yang berfungsi sebagai wadah proses penguraian/dekomposisi kotoran manusia yang dilengkapi dengan resapannya. Bagaimana memilih jenis jamban?
a.
Jamban cemplung digunakan untuk daerah yang sulit air.
b. Jamban tangki septik/leher angsa digunakan untuk:
Daerah yang cukup air
Daerah yang padat penduduk, karena dapat menggunakan“multiple latrine” yaitu satu lubang penampungan
tinja/tangkiseptik digunakan oleh
beberapa jamban
(satu lubang dapat
menampung kotoran/tinja dari 3-5 jamban)
Daerah pasang surut, tempat penampungan kotoran/tinja hendaknyaditinggikan kurang lebih 60 cm dari permukaan air pasang.
Siapa yang diharapkan menggunakan jamban?
Setiap anggota rumah tangga harus menggunakan jamban untuk buang air besar/buang air kecil. Mengapa harus menggunakan jamban?
Menjaga lingkungan bersih, sehat, dan tidakberbau.
Tidak mencemari sumber air yang adadisekitarnya.
Tidak mengundang datangnya lalat atauserangga yang dapat menjadi penularpenyakit Diare, Kolera Disentri, Thypus,kecacingan, penyakit saluran pencernaan,penyakit kulit, dan keracunan.
Apa saja syarat jamban sehat?
Tidak mencemari sumber air minum (jarak antara sumber ai minum dengan lubang penampungan minimal 10 meter)
Tidak berbau.
Kotoran tidak dapat dijamah oleh serangga dan tikus.
Tidak mencemari tanah disekitarnya.
Mudah dibersihkan dan aman digunakan.
Dilengkapi dinding dan atap pelindung.
Penerangan dan ventilasi cukup .
Lantai kedap air dan luas ruangan memadai.
Tersedia air, sabun, dan alat pembersih. Bagaimana cara memelihara jamban sehat?
Lantai jamban hendaknya selalu bersih dan tidak ada genangan air.
Bersihkan jamban secara teratur sehingga ruang jamban dalamkeadaan bersih.
Di dalam jamban tidak ada kotoran yang terlihat.
Tidak ada serangga, (kecoa, lalat) dan tikus yang berkeliaran.
Tersedia alat pembersih (sabun, sikat, dan air bersih).
Bila ada kerusakan, segera diperbaiki. Apa peran kader dalam membina masyarakat untuk memiliki dan menggunakan jamban sehat?
Melakukan pendataan rumah tangga yang sudah dan belummemiliki serta menggunakan jamban sehat dirumahnya.
Melaporkan kepada pemerintah desa/kelurahan tentang jumlah rumah tangga yang belum memiliki jamban sehat.
Bersama pemerintah desa/kelurahan dan tokoh masyarakat setempat berupaya untuk menggerakkan masyarakat untuk memiliki jamban.
Mengadakan arisan warga untuk membangun jamban sehatsecara bergilir.
Menggalang dunia usaha setempat untuk memberi bantuan dalam penyediaan jamban sehat.
Manfaatkan setiap kesempatan di desa/kelurahan untukmemberikan penyuluhan tentang pentingnya memiliki dan menggunakan jamban sehat, misalnya melalui penyuluhan kelompok di Posyandu, pertemuan kelompok Dasa Wisma,arisan, pengajian, pertemuan desa/kelurahan, kunjunganrumah dan lain- lain.
Meminta bantuan petugas Puskesmas setempat untuk memberikan bimbingan teknis tentang cara-cara membuat jamban sehat yang sesuai dengan situasi dan kondisidaerah setempat.
7. PEMBERANTASAN JENTIK NYAMUK
Rumah yang bebas jentik adalah rumah tangga yang setelah dilakukan pemeriksaan jentik secara berkala tidak terdapat jentik nyamuk. Pemeriksaan jentik berkala adalah adalah tempat tempat yang di tempati jentik jentik nyamuk (genangan air) yang terdapat pada salah satu 3M plus (menguras,Menutup, Mengubur,plus menghindari gigitan nyamuk) yaitu menguras, menguras bak bak mandi, memberiskan WC, dan genangan genangan air yang ada di Kulkas,Vas Bunga yang mengunakan airyang dilakukan secara teratur setiap minggu. Manfaat rumah bebas jentik adalah: -
Populasi nyamuk menjadi terkendali
-
Terhindar dari berbagai penyakit, DBD, Malaria, Cikungunya.
-
Lingkungan rumah menjadi bersih dan sehat
8. MAKAN SAYUR DAN BUAH
Sayur dan buah merupakan sumber gizi yang lengkap serta mudah didapatkan degan mengkonsumsi buah dan sayur tiap hari gizi dapat terpenuhi. Buah-buahan harus dimakan 2-3 kali sehari. Contohnya, setiap kalimakan setengah mangkuk buah yang di iris, satu gelas jus atau satu buah jeruk, apel, jambu biji atau pisang. Makanlah berbagai macam buah karena akan memperkaya variasi zat gizi yang terkandung dalam buah
Tabel Konsumsi Buah Per Gram Per Hari Jenis
Ukuran RT
Berat (gr)
Alpukat
1/2 buah besar
50
Apel
1/2 buah besar
75
Belimbing
1 buah besar
125
Melon
1 potong sedang
100
Jambu Air
2 buah sedang
100
Jeruk manis
1 buah sedang
100
Kedondong
1 buah besar
100
Mangga
1/2 buah sedang
50
Nangka
3 biji
50
Nanas
1/6 buah
75
Pepaya
1 potong sedang
100
Rambutan
8 buah
75
Sawo
1 buah sedang
50
Semangka
1 potong besar
150
Jambu biji
1 buah
100
Duku
10 buah
75
Pisang Ambon
1 buah
50
Lengkeng
10 buah
75
Tabel
Konsumsi
Sayur
Per
Gram Per Hari JENIS
Berat (gr)
Bayam
100
Buncis
100
Bunga Kol
100
Cabe Hijau
100
Daun Singkong
100
Daun Pepaya
100
Daun Bawang
100
Daun Melinjo
100
Daun Pakis
100
Jagung Muda
100
Jamur Segar
100
Kangkung
100
Labu Siam
100
Lobak
100
Oyong
100
Pare
100
Rebung
100
Sawi
100
Tauge
100
Terong
100
Tomat
100
Wortel
100
Kacang Panjang
100
Cara Memasak
UKURAN RT
1 piring kecil
Ditum atau Direbus Atau Dikukus atau Lalapan
atau 1 mangkok Kecil atau 1 sendok Panci atau 2 sendok Sayur atau 4 sendok Bebek atau 5 sendok Makan
Ketimun
100
9. MELAKUKAN AKTIVITAS FISIK SETIAP HARI
Minimal 30 menit setiap hari. Anda lakukan pergerakan anggota tubuh yang menyebabkan pengeluaran tenaga yang sangat penting bagi pemeliharaan kesehatan fisik, mental dan mempertahankan kualitas hidup agar tetap sehat dan bugar sepanjang hari. Jenis aktifitas fisik yang dapat dilakukan bisa berupa kegiatan sehari-hari, yaitu berjalan kaki, berkebun, bekerja ditaman, mencuci pakaian, mencuci mobil, mengepel lantai, naik turun tangga dan membawa belanjaan. Aktifitas fisik lainnya bisa berupa olahraga yaitu push up, lari ringan, bermain bola, berenang, senam, bermain tenis, yoga, fitness, angkat beban/berat. Intinya olahraga itu tidak harus mahal, bahkan banyak yang gratis bukan? 10. TIDAK MEROKOK DI DALAM RUMAH
Rokok merupakan salah satu penyebab kematian utama di dunia dan merupakan satu-satunya produk legal yang membunuh seperti hingga setengah penggunannya. Survey Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia tahun 2007 menyebutkan setiap jam sekitar 46 orang meninggal dunia karena penyakit yang berhubungan dengan merokok di Indonesia. Kebiasaan merokok sedikitnya menyebabkan 30 jenis penyakit pada manusia. Penyakit yang timbul akan tergantung dari kadar zat berbahaya yang terkandung, kurun waktu kebiasaan merokok, dan cara menghisap rokok. Semakin muda seseorang mulai merokok, makin besar risiko orang tersebut mendapat penyakit saat tua. Kiat untuk berhenti merokok: 1. Niatlah sungguh-sungguh bahwa Anda berhenti merokok 2. Umumkan
pada
orang-orang
di
sekitar
mintalahdukungan mereka. 3. Jauhilah lingkungan para perokok. 4. Carilah aktivitas yang berguna bagi tubuh 5. Bawalah selalu permen kemanpun Anda pergi.
bahwa
Anda
akan
berhenti
merokok
dan
BAGAIMANA CARA MENENTUKAN RUMAH TANGGA SEHAT
1. melakukan pengkajian melalui survey 2. tentukan urutan masalah 3. tentukan prioritas masalah 4. perilaku yang akan diubah 5. lingkungan yg hrs diperbaiki 6. rencanakan intervensinya 7. dicari penyebab masala 8. cari dukungan berbagai pihak terkait