KEMENTERIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS HASANUDDIN FAKULTAS TEKNIK DEPARTEMEN DEPARTEMEN TEKNIK TE KNIK GEOLOGI PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI
PRAKTIKUM PRINSIP STRATIGRAFI ACARA 1 : PENAMPANG STRATIGRAFI TERUKUR
LAPORAN
OLEH : SYAMSURIZAL D611 15 001
GOWA 2017 BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Latar Belakan Belakang g
Strt!"r Strt!"r# # $%r&'( $%r&'() ) *t&+! *t&+! $%)"%)! $%)"%)! *%,r-. *%,r-. (/$'/ (/$'/*!*! *!*! +)
&$&r &$&r
r%t %t! !
*%rt %rt
+!*tr !*tr! !&* &*!!
'%r '%r'! '!* *)
t& t&) )
+) +)
!)t%r'r !)t%r'r%t*! %t*! '!*)3 '!*)3'!*) '!*) t&) t&) &)t&( &)t&( $%),%*( $%),%*() ) *%,r*%,r&$!4 Dr! -*! '%r)+!)") t& (/r%*! )tr '!*) )" %r%+ +'t +!(%$)"() %!- ),&t *t&+! $%)"%)! !t//"! !t/*trt!"r#. ()+&)") /*! !/*trt!"r#. +) &$&r r%t! $&'& $&'&) ) */& */&t) t) (r/)/ (r/)/*tr *trt! t!"r "r# #44 *trt *trt!"r !"r# # (!t (!t '%, '%,r! r! &)t&( $%)"%t-&! &* '%)%r) '!*) t&)4 P+ -(%(t) + -&&)") t%rt%)t& )tr (%,+!) +) t&r) t&) +! $. +$ (%+&+&() r&)" +) 8(t& "%/ "%//" /"!4 !4
Str Strt! t!"r "r# #
'!*)
*%rt
$%$ $%$-* *
t&&-
t&)
t&r t&r) ).. +!
-&& -&&)" )") )..
$4
S)+!
(%,+ %,+! !) ) *trt!"r#
+!$(*&+() &)t&( $%$%r!() '%)"r-) (%'+ 'r -! "%//"! )" %(%r, $%$'&)! '%r*%'*! )" *$ +$ 9r '%)""//)") *trt!"r#4 P%)"&( %)"&(&r &r) ) *trt! *trt!"r "r# # $%r&' $%r&'( () ) **- *t& *t& '%(%r, '%(%r,) ) )" !* +!(&() +$ '%$%t) "%//"! ')")4 A+'&) '%(%r,)
'%)"&(&r)
*trt!"r#
+!$(*&+()
&)t&(
$%$'%r/%- "$r) )" t%r'%r!)9! +r! -&&)") *trt!"r# )tr *%t!' '%r'!*) t&) *t&) t&). (%t%) *%t!' *t&) *trt!"r#. *%,r- *%+!$%)t*! *%9r ;%rt!( +) !)"(&)") '%)"%)+') +r! *%t!' *t&) t&)4 D$ 'r(t!(&$ !)! '%)"&(&r) *trt!"r# +%)") $%)""&)() +t )"
+
'+ problem
set .
)"
(%$&+!)
+!&t-
'%r-!t&)") +) &r&t) (%,+!) !t//"! t&) t%rt& *$'! t%r$&+4 1.2 Maksud dan Tujuan Maksud dari praktikum Prinsip Stratigrafi ini untuk mengimplementasikan
teori-teori dan materi pada perkuliahan yang di realisasikan dengan melakukan praktikum ini. Adapun tujuan dari praktikum ini sebagai berikut: 1. Praktikan dapat membuat Profil Lintasan dari problem set yang di dapatkan saat praktikum. 2. Praktikan mampu menganalisis data berupa koreksi dip jarak datar dan beda tinggi dalam pembuatan penampang profil lintasan. !. Praktikan dapat menghitung ketebalan berdasarkan Penampang Profil Lintasan ". Praktikan dapat membuat #olom Stratigrafi 1.3 Alat dan Bahan
Adapun alat dan bahan yang digunakan demi kelan$aran Praktikum Penampang S%ratigrafi %erukur antara lain : 1. 2. !. ". '. (.
Alat %ulis Menulis Milimeter Block #alkulator Pensil &arna Double Tip )usur *erajat
+. Penggaris
BAB II TINJAUAN PUTA!A
2.1 Pengert"an Pena#a$ang trat"gra%" Terukur
Stratigrafi adalah studi mengenai sejarah komposisi dan umur relatif serta distribusi perlapisan batuan dan interpretasi lapisan-lapisan batuan untuk menjelaskan sejarah bumi. *ari hasil perbandingan atau korelasi antar lapisan yang berbeda dapat dikembangkan lebih lanjut studi mengenai litologi ,litostratigrafi kandungan fosil ,biostratigrafi dan umur relatif maupun absolutnya ,kronostratigrafi. stratigrafi kita pelajari untuk mengetahui luas penyebaran lapisan batuan. Penampang stratigrafi terukur ,measured stratigraphic section adalah suatu penampang atau kolom yang menggambarkan kondisi stratigrafi suatu jalur yang se$ara sengaja telah dipilih dan telah diukur untuk meakili daerah tempat dilakukannya pengukuran tersebut. /alur yang diukur tersebut dapat meliputi satu formasi batuan atau lebih. Sebaliknya pengukuran dapat pula dilakukan hanya pada sebagian dari suatu formasi sehingga hanya meliputi satu atau lebih satuan lithostratigrafi yang lebih ke$il dari formasi misalnya anggota atau bahkan beberapa perlapisan saja.
2.2 Huku#&huku# trat"gra%"
1. 0ukum Superposisi ,i$olas Steno1((
*alam suatu urutan perlapisan batuan maka lapisan batuan yang terletak di baah umurnya relatif lebih tua dibanding lapisan diatasnya selama lapisan batuan tersebut belum mengalami deformasi.
2. 0ukum 0ori3ontalitas ,i$olas Steno1((
Pada aal proses sedimentasi sebelum terkena gaya atau perubahan sedimen terendapkan se$ara hori3ontal
!. 4riginal 5ontinuity ,i$olas Steno1((
)atuan sedimen melampar dalam area yang luas di permukaan bumi.
". 6niformitarianism ,/ames 0utton 1+7'
6niformitarianisme adalah peristia yang terjadi pada masa geologi lampau dikontrol oleh hukum-hukum alam yang mengendalikan peristia pada masa kini. 0ukum ini lebih dikenal dengan semboyannya yaitu 8The Present is the key to the past.” Maksudnya adalah baha proses-proses geologi alam yang terlihat sekarang ini dipergunakan sebagai dasar pembahasan proses geologi masa lampau.
'. 9aunal Su$$ession ,Abble iraud-Soula;ie 1++7
Pada setiap lapisan yang berbeda umur geologinya akan ditemukan fosil yang berbeda pula. Se$ara sederhana bisa juga dikatakan 9osil yang berada pada lapisan baah akan berbeda dengan fosil di lapisan atasnya. 9osil yang hidup
pada masa sebelumnya akan digantikan ,terlindih dengan fosil yang ada sesudahnya dengan kenampakan fisik yang berbeda ,karena e;olusi. Perbedaan fosil ini bisa dijadikan sebagai pembatas satuan formasi dalam lithostratigrafi atau dalam koreksi stratigrafi.
(. Strata
Perlapisan batuan dapat dibedakan satu dengan yang lain dengan melihat kandungan fosilnya yang khas
+. 9a$ies Sedimenter ,Selley 1+7
Suatu kelompok litologi dengan $iri-$iri yang khas yang merupakan hasil dari suatu lingkungan pengendapan yang tertentu. Aspek fisik kimia atau biologi suatu endapan dalam kesamaan aktu. *ua tubuh batuan yang diendapakan pada aktu yang sama dikatakan berbeda fsies apabila kedua batuan tersebut berbeda fisik kimia atau biologi ,S.S.<.
7. 5ross-5utting =elationship ,A.&.= Potter > 0. =obinson
Apabila terdapat penyebaran lap. )atuan ,satuan lapisan batuan dimana salah satu dari lapisan tersebut memotong lapisan yang lain maka satuan batuan yang memotong umurnya relatif lebih muda dari pada satuan batuan yang di potongnya.
. La of
2.3 Perh"tungan Pada Pena#$ang trat"gra%" Terukur
A. Menghitung #oreksi *ip Perhitungan koreksi dip dilakukan setelah arah lintasan telah selesai. *engan memanfaatkan arah lintasan untuk membuat garis bayangan agar dapat menentukan sudut bearing ,sudut bearing adalah sudut terke$il yang dibentuk antara garis strike dan garis bayangan yang kemudian di lakukan perhitungan koreksi dip per litologi berdasarkan rumus: %an ,*ip %erkoreksi -1 @ %an *ip Sin )earing ). Menghitung /arak *atar dan )eda %inggi *alam pembuatan penampang profil linasan diperlukan beberapa data yakni jarak datar dan beda tinggi dari setiap stasiun. *ata-data tersebut diperoleh dengan menggunakan rumus: /arak *atar @ /arak Lapangan $os slope )eda %inggi @ /arak lapangan sin slope 5. Menghitung #etebalan Lapisan Perhitungan ketebalan lapisan dapat dilakukan dengan beberapa $ara namun pada praktikum ini kami menggunakan rumus: #etebalan @ Panjang mistar skala 2.' !(l(# trat"gra%"
K//$ *trt!"r# '+ -(%(t) +- (//$ )" $%)""$r() *&*&)) %r"! ,%)!* t&) *%rt -&&)") )tr t&) t& *t&) t&) $&! +r! )" t%rt& -!)"" t%r$&+ $%)&r&t &$&r "%//"!. (%t%) *%t!' *t&) t&). *%rt "%)%* '%$%)t&() t&))4 P+ &$&$) )( 9r &)t&( $%),!() *&t& (//$ *trt!"r#. )$&) +%$!(!) + *&t& *t)+r &$&$ )" $%),+! 9&) "! ()") -! "%//"! +!+$ $%),!() (//$ *trt!"r# '%)$')" (//$ *trt!"r# !*) t%r*&*&) +r! (//$3(//$ +%)") tr!&t3 tr!&t *%'%rt! : U$&r. /r$*!. *t&) t&). (%t%). %*r &t!r. *!$/ !t//"!. '%$%r!). /*! +!)/*t!(. +) !)"(&)") '%)"%)+')4 BAB III P)*EDU) !E)JA
Adapun prosedur kerja yang dilakukan dalam praktikum a$ara penampang terukur ini berupa: A. Membuat Arah Lintasan Pembuatan arah lintasan dilakukan berdasarkan data-data yang di dapatkan dari problem set yaitu berupa arah strike?dip dan litologi. ). Menghitung #oreksi *ip Perhitungan koreksi dip dilakukan setelah arah lintasan telah selesai. *engan memanfaatkan arah lintasan untuk membuat garis bayangan agar dapat menentukan sudut bearing ,sudut bearing adalah sudut terke$il yang dibentuk
antara garis strike dan garis bayangan yang kemudian di lakukan perhitungan koreksi dip per litologi berdasarkan rumus: %an ,*ip %erkoreksi -1 @ %an *ip Sin )earing 5. Menghitung /arak *atar dan )eda %inggi *alam pembuatan penampang profil linasan diperlukan beberapa data yakni jarak datar dan beda tinggi dari setiap stasiun. *ata-data tersebut diperoleh dengan menggunakan rumus: /arak *atar @ /arak Lapangan $os slope )eda %inggi @ jarak lapangan sin slope
*. Membuat penampang profil lintasan *alam pembuatan penampang profil lintasan dengan 0:B @ 1:1 dimulai pada stasiun 1 dengan titik 1C $m pada kertas grafik. 6ntuk stasiun selanjutnya disesuaikan dengan data jarak datar dan beda tinggi. D. Menghitung #etebalan Lapisan Perhitungan ketebalan lapisan dapat dilakukan dengan beberapa $ara namun pada praktikum ini kami menggunakan rumus: #etebalan @ Panjang mistar skala 9. Membuat Penampang Stratigrafi %erukur Penampang stratigrafi dapat di buat berdasarkan data-data litologi yang didapatkan pada problem set dan #etebalan.
BAB I+ HAIL DAN PEMBAHAAN
'.1 Pr(,le# et
*engan menggunakan metode measuring section seorang geologist melakukan penelitian stratigrafi pada suatu daerah dimulai dari dasar lereng hingga ke pun$ak dengan litologi sebagai berikut : Lapisan pertama dijumpai batuan Sekis )iru dengan $iri fisik arna segar biru kehitaman arna lapuk ke$okelatan tekstur lepidoblastik struktur s$histose komposisi mineral lau$ophane Musko;ite dan )iotit dengan foliasi 2' o dan kedudukan 12' oD. Sang geologist melanjutkan penelitiannya dengan berjalan kearah 1+' oD dan menjumpai perlapisan )atulempung dengan kedudukan 1'C oD?"1 o dengan $iri fisik arna segar abu E abu arna lapuk $okelat kehitaman tekstur klastik halus struktur berlapis dan dijumpai adanya struktur sedimen berupa laminasi komposisi silika adapun batuan ini dijumpai sepanjang 1( meter dengan slope 2+o. Sang geologist kemudian menjumpai )atupasir halus dengan kedudukan batuan 1!' oD?2!o sepanjang 1C meter dengan slope 1' o dengan $iri fisik batuan arna segar abu E abu arna lapuk $okelat kehitaman tekstur klastik halus dengan ukuran butir 1?7 E 1?" mm komposisi kimia silika struktur berlapis dan struktur sedimen laminasi. Pengukuran berikutnya dengan arah 22C oD ditemukan lapisan apal dengan $iri fisik arna segar abu E abu arna lapuk ke$okelatan tekstur klastik halus dengan ukuran butir F 1?2'( mm dan struktur berlapis komposisi kimia
karbonat dengan kedudukan batuan 1CC oD?!2o batuan ini dijumpai sepanjang 11 meter dengan slope 2C o. Selanjutnya sang geologist menjumpai )atugamping dengan $iri fisik arna segar abu E abu ke$okelatan arna lapuk $okelat kehitaman tekstur bioklastik komposisi kimia karbonat struktur berlapis adapun kedudukan batuannya adalah 11C oD?2'o dengan slope 1+ o batuan ini ditemukan sepanjang 1C meter. Sang geologist kemudian berjalan kearah 1"' oD menemukan )atupasir kuarsa dengan $iri fisik arna segar $okelat muda arna lapuk $okelat kehitaman tekstur klastik kasar kedudukan batuannya adalah 1C' oD?2+o slope 1'o singkapan ini dijumpai sepanjang 7 meter. #emudian arah 1(C oD ditemukan )atulanau dengan $iri fisik adalah arna segar ke$okelatan tekstur klastik halus kedudukan batuan 1!7 oD?2'o slope 1" o singkapan ini dijumpai sepanjang meter. Sang geologist kemudian menjumpai )atupasir kasar sepanjang ' meter kemiring lereng 1C o dengan kedudukan batuan 11+ oD?2(o dimana $iri fisik batuan yaitu arna segar abu E abu kehitaman tekstur klastik ukuran butir 1 E G mm struktur sedimen laminasi. Setelah lelah melakukan pengukuran sang geologist tersebut beristirahat sejenak. *i pun$ak ia mendapatkan singkapan batuan #onglomerat dengan arna segar abu E abu ke$okelatan arna lapuk abu E abu kehitaman tekstur klastik kasar ukuran butir 1?" - H (" mm sortasi jelek roundness subangular hingga subrounded fragmen dari batuan beku berupa basalt matriks batuan beku dan semen berupa gelas silika batuan #onglomerat ini dijumpai sepanjang 1' meter dengan arah kedudukan batuannya adalah 1!2 oD?!Co dengan kemiringan lereng 1' o dari
hasil analisis didapatkan kisaran umur singkapan adalah Paleogen dan termasuk ke dalam formasi Mallaa. '.2 Has"l Perh"tungan '.2.1 !(reks" DIP
=umus : %an -1, %an *
: %an -1, %an *
S% 2
: %an -1, %an *
S% !
: %an -1, %an *
S% "
: %an -1, %an *
S% '
: %an -1, %an *
S% (
: %an -1, %an *
: 2("1 S%
: %an -1, %an *
S% 7
: %an -1, %an *
S%
: %an -1, %an *
'.2.2 Beda T"ngg"
=umus: /arak Sin slope S% 1-2
: 1( sin 2+ : +2(!
S% 2-!
: 1C sin 1' : 2'77
S% !-" : 11 sin 2C : !+(2 S% "-'
: 1C sin 1+ : 22!
S% '-( : 7 sin 1' : 2C+C S% (-+ : sin 1"
: 21++ S% +-7
: ' sin 1C : C7(7
S% 7-
: 1' sin 1! !772
'.2.3 Jarak Datar
=umus : jarak $os slope S% 1-2
: 1( $os 2+ : 1"2'(
S% 2-!
: 1C $os 1' : ('
S% !-" : 11 $os 2C : 1C!!( S% "-'
: 1C $os 1+ : '(!
S% '-( : 7 $os 1' : ++2+ S% (-+ : $os 1" : 7+!2 S% +-7
: ' $os 1C : "2"
S% 7-
: 1' $os 1' : 1""77
'.2.' Perh"tungan !ete,alan =umus : /arak Penggaris Skala S% 1 : S% 2 : 1!1 I 1CC : 1!1C : 1!1 m S% ! : 7' I 1CC : 7'C : 7' m S% " : (' I 1CC : ('C : (' m S% ' : +( I 1CC : +(C : +( m S% ( : '" I 1CC : '"C : '" m S% + : ( I 1CC : (CC :(m S% 7 : 2" I 1CC : 2"C : 2" m S% : ' I 1CC : 'C : ' m '.3 Penjelasan A. Stasiun 1
Lapisan pertama dijumpai batuan Sekis )iru dengan $iri fisik arna segar biru kehitaman arna lapuk ke$okelatan tekstur lepidoblastik struktur s$histose komposisi mineral Glaucophane Muscovite dan Biotit dengan foliasi 2' o dan kedudukan 12' oD. ). Stasiun 2 Pada arah 1+'oD dan menjumpai perlapisan )atulempung dengan kedudukan 1'C oD?"1o dengan $iri fisik arna segar abu E abu arna lapuk $okelat kehitaman tekstur klastik halus struktur berlapis dan dijumpai adanya
struktur sedimen berupa laminasi komposisi silika adapun batuan ini dijumpai sepanjang 1( meter dengan slope 2+ o. Pada stasiun ini memiliki beda tinggi +2(! meter dari stasiun sebelumnya. /arak *atarnya 1"2'( meter dari jarak stasiun pertama. #etebalan dari litologi ini yaitu 1!1 meter. 5. Stasiun ! Pada arah yang sama yaitu 1+' oD *ijumpai )atupasir halus dengan kedudukan batuan 1!' oD?2!o sepanjang 1C meter dengan slope 1' o dengan $iri fisik batuan arna segar abu E abu arna lapuk $okelat kehitaman tekstur klastik halus dengan ukuran butir 1?7 E 1?" mm komposisi kimia silika struktur berlapis dan struktur sedimen laminasi. Pada stasiun ini memiliki beda tinggi 2'77 meter dari stasiun sebelumnya. /arak *atarnya (' meter dari jarak stasiun kedua. #etebalan dari litologi ini yaitu 7' meter. *. Stasiun " Pada arah 22C oD ditemukan lapisan apal dengan $iri fisik arna segar abu E abu arna lapuk ke$okelatan tekstur klastik halus dengan ukuran butir F 1?2'( mm dan struktur berlapis komposisi kimia karbonat dengan kedudukan batuan 1CCoD?!2o batuan ini dijumpai sepanjang 11 meter dengan slope 2C o. Pada stasiun ini memiliki beda tinggi !+(2 meter dari stasiun sebelumnya. /arak *atarnya 1C!!( meter dari jarak stasiun ketiga. #etebalan dari litologi ini yaitu (' meter. D. Stasiun ' Pada arah yang sama yaitu 22C oD. *ijumpai )atugamping dengan $iri fisik arna segar abu E abu ke$okelatan arna lapuk $okelat kehitaman tekstur
bioklastik komposisi kimia karbonat struktur berlapis adapun kedudukan batuannya adalah 11CoD?2'o dengan slope 1+ o batuan ini ditemukan sepanjang 1C meter. Pada stasiun ini memiliki beda tinggi 22! meter dari stasiun sebelumnya. /arak *atarnya '(! meter dari jarak stasiun keempat. #etebalan dari litologi ini yaitu +( meter. 9. Stasiun ( Pada arah 1"' oD menemukan )atupasir kuarsa dengan $iri fisik arna segar $okelat muda arna lapuk $okelat kehitaman tekstur klastik kasar kedudukan batuannya adalah 1C'oD?2+ o slope 1'o singkapan ini dijumpai sepanjang 7 meter. Pada stasiun ini memiliki beda tinggi 2C+C meter dari stasiun sebelumnya. /arak *atarnya ++2+ meter dari jarak stasiun kelima. #etebalan dari litologi ini yaitu '" meter. . Stasiun + Pada arah 1(CoD ditemukan )atulanau dengan $iri fisik adalah arna segar ke$okelatan tekstur klastik halus kedudukan batuan 1!7 oD?2' o slope 1" o singkapan ini dijumpai sepanjang meter. Pada stasiun ini memiliki beda tinggi 21++ meter dari stasiun sebelumnya. /arak *atarnya ++!2 meter dari jarak stasiun ketujuh. #etebalan dari litologi ini yaitu ( meter. 0. Stasiun 7 Pada arah yang sama yaitu 1(C oD dijumpai )atupasir kasar sepanjang ' meter kemiring lereng 1Co dengan kedudukan batuan 11+ oD?2(o dimana $iri fisik batuan yaitu arna segar abu E abu kehitaman tekstur klastik ukuran butir 1 E G mm struktur sedimen laminasi. Pada stasiun ini memiliki beda tinggi C7(7
meter dari stasiun sebelumnya. /arak *atarnya "2" meter dari jarak stasiun ketujuh. #etebalan dari litologi ini yaitu 2" meter. <.
Stasiun Pada arah yang sama yaitu 1(CoD didapatkan singkapan batuan
#onglomerat dengan arna segar abu E abu ke$okelatan arna lapuk abu E abu kehitaman tekstur klastik kasar ukuran butir 1?" - H (" mm sortasi jelek roundness subangular hingga subrounded fragmen dari batuan beku berupa basalt matriks batuan beku dan semen berupa gelas silika batuan #onglomerat ini dijumpai sepanjang 1' meter dengan arah kedudukan batuannya adalah 1!2oD?!Co dengan kemiringan lereng 1' o dari hasil analisis didapatkan kisaran umur singkapan adalah Paleogen dan termasuk ke dalam formasi Mallaa. Pada stasiun ini memiliki beda tinggi !772 meter dari stasiun sebelumnya. /arak *atarnya 1""77 meter dari jarak stasiun keenam. #etebalan dari litologi ini yaitu ' meter.
BAB + PENUTUP -.1 !es"#$ulan Adapun kesimpulan dari laporan ini sebagai berikut: 1. Pembuatan arah lintasan dilakukan berdasarkan data-data yang di dapatkan
dari problem set yaitu berupa arah strike?dip dan litologi 2. *ata yang diambil dalam pengukuran koreksi dip berupa dip litologi batuan serta bearing ,J yang didapatkan pada pembuatan profil lintasan adapun pengukuran jarak datar dan beda tinggi menggunakan data jarak dan slope ,kemiringan lereng yang kemudian dibuatlah penampang profil lintasan dari data-data tersebut. !. Perhitungan ketebalan lapisan dapat dilakukan dengan mengetahui jarak pada mistar yang kemudian dikalikan dengan skala peta. ". #olom stratigrafi terukur dapat di buat berdasarkan data-data litologi yang didapatkan pada problem set dan #etebalan. Pada kolom stratigrafi terukur berisikan data ketebalan ukuran butir dan struktur sedimen litologi pemerian dan lingkungan pengendapan?pembentukan. -.2 aran
Sebaiknya pada saat praktikum berlangsung setiap praktikan dibagi dalam beberapa kelompok ke$il yang kemudian diaasi oleh masing-masing asisten sehingga pemahaman dan komunikasi dapat berlangsung dengan baik.
DATA) PUTA!A
Arifah
.
2C1!.
-tt'*:8884*9r!+49/$+/9&$%)t<<<165=>='%)$')"3
*trt!"r#3t%r&(&r? . *iakses pada /umat 1C Maret 2C1+. Pukul 2!." &<%A. oor *. 2CC. )ab ! Pengukuran Stratigrafi Prinsip Stratigrafi pdf. *iakses pada Sabtu 11 Maret 2C1+. Pukul CC.1' &<%A.
L A M P I ) A N