MEDIA PEMBELAJARAN BIOLOGI TENTANG HAMA DAN PENYAKIT PADA TANAMAN
OLEH NAMA:CITRA YUSMANINNGSIH NPM:10010096 SESI: C BIO 10 DOSEN PEMBIMBING: MEIRIZA SUSWINA, S.PD SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) PGRI - SUMBAR PADANG 2012
A. HAMA TANAMAN Hama adalah hewan yang merusak m erusak tanaman atau hasil tanaman karena aktivitas hidupnya, khususnya aktivitas untuk mendapatkan makanan dan bertempat tinggal. Hama tanaman memiliki kemampuan merusak yang sangat hebat. Akibatnya,, selain mengganggu pertumbuhan tanaman, hama juga Akibatnya dapat mematikan tanaman sehingga berdampak pada kegagalan panen. Hama yang menyerang organ tumbuhan umumnya adalah hewan. Hama tanaman dapat berupa : Kelompok hewan menyusui, misalnya tikus, kera, gajah. Kelompok serangga, misalnya walang sangit, kutu daun, belalang. Kelompok burung, misalnya burung pipit, manyar, manyar, gelatik
A. HAMA TANAMAN Hama adalah hewan yang merusak m erusak tanaman atau hasil tanaman karena aktivitas hidupnya, khususnya aktivitas untuk mendapatkan makanan dan bertempat tinggal. Hama tanaman memiliki kemampuan merusak yang sangat hebat. Akibatnya,, selain mengganggu pertumbuhan tanaman, hama juga Akibatnya dapat mematikan tanaman sehingga berdampak pada kegagalan panen. Hama yang menyerang organ tumbuhan umumnya adalah hewan. Hama tanaman dapat berupa : Kelompok hewan menyusui, misalnya tikus, kera, gajah. Kelompok serangga, misalnya walang sangit, kutu daun, belalang. Kelompok burung, misalnya burung pipit, manyar, manyar, gelatik
JENIS HAMA TUMBUHAN DARI KELOMPOK MAMALIA (BINA ( BINAT TANG MENYUSUI MENYUSUI))
a. Tikus Tikus merupakan hama yang sering kali membuat pusing para petani. Hal ini disebabkan tikus sulit dikendalikan karena memiliki daya adaptasi, mobilitas, dan kemampuan untuk berkembang biak yang sangat tinggi. Masa reproduksi yang relative singkat menyebabkan tikus cepat bertambah banyak. Potensi perkembangbiakan tikus sangat tergantung dari makanan yang tersedia. Tikus sangat aktif di malam hari.
B.
KERA BEDES (M ACACA FASCICULARIS R AFFLES ) Seringkali menyerang ladang ubi kayu, jagung dan padi.
C.BAJING
(C ALLOSCIURUS NOTATUS B ODDAERT )
Merusak pohon kelapa
D.
CODOT (C YNOPTERUS SPHINK V AHL) Gemar memakan bunga pisang, buah pepaya dan jambu biji.
E.
TIKUS SAWAH (R ATTUS ARGENTIVENTER R OBINSON & K LOSS ) Mengerat bagian pangkal batang yang muda, makan bunga dan buah padi serta merusak persemaian kelapa sawit.
KELOMPOK BURUNG (AVES) Burung menyerang areal persawahan padi secara bergerombol pada saat padi sedang disemaikan ataupun ketika hampir masa panen. Kelompok burung yang menjadi hama pada tanaman padi, antara lain: Baya (Ploceus philippinus ) Bondol hijau (Erythrina prasina Sparman ) Burung gereja (Passer montanus Oates ) ) Gelatik (Padda oryzifora Linnaeus Burung pipit Perkutut
3.HAMA TUMBUHAN JENIS SERANGGA
Ada berbagai jenis hama yang menyerang tanaman pertanian, antara lain: Wereng coklat (Nilaparvata lugens ) yang menyerang tanaman padi Walang sangit (Leptocorisa acuta ) yang menyerang biji padi yang masih muda dan lunak. Akibatnya biji padi menjadi kosong, kadang berisi tetapi isinya tidak sempurna. Kutu daun (Aphis sp.) yang merusak beberapa jenis tanaman Kumbang tanduk atau wangwung ( Artona cartoxantha dan Oryctes rhinoceros ) yang menyerang tanaman kelapa Chilo sp. Yang merusak tunas dan batang tebu Ulat penggerek (Tryporiza innotata ) menyerang tanaman padi
A.
WERENG Wereng adalah sejenis kepik yang menyebabkan daun dan batang tumbuhan berlubang – lubang, kemudian kering, dan pada akhirnya mati. Contoh: Wereng coklat (Nilaparvata lugens ) yang menyerang tanaman padi
B. WALANG SANGIT WALANG SANGIT (LEPTOCORISA ACUTA) MERUPAKAN SALAH SATU HAMA YANG JUGA MERESAHKAN PETANI. HEWAN INI JIKA DIGANGGU, AKAN MELONCAT DAN TERBANG SAMBIL MENGELUARKAN BAU. SERANGGA INI BERWARNA HIJAU KEMERAH- MERAHAN. WALANG SANGIT MENGHISAB BUTIR – BUTIR PADI YANG MASIH CAIR. BIJI YANG SUDAH DIISAP AKAN MENJADI HAMPA, AGAK HAMPA, ATAU LIAT. KULIT BIJI ITU AKAN BERWARNA KEHITAM – HITAMAN.
C.
ULAT Ulat adalah larva kupu-kupu. Ulat memakan dedaunan bahkan pangkal batang pada malam hari. Daun yang dimakan oleh ulat hanya tersisa rangka atau tulang daunya saja.
D.TUNGAU
TUNGAU (KUTU KECIL) BIASANYA TERDAPAT DIBAGIAN BAWAH DAUN UNTUK MENGISAP DAUN TERSEBUT.
HAMA INI BANYAK TERDAPAT PADA MUSIM KEMARAU. PADA DAUN YANG TERSERANG KUTU AKAN TIMBUL BERCAK – BERCAK KECIL KEMUDIAN DAUN AKAN MENJADI KUNING LALU GUGUR. HAMA INI DAPAT DIATASI DENGAN CARA MENGUMPULKAN DAUN – DAUN YANG TERSERANG HAMA PADA SUATU TEMPAT DAN DIBAKAR.
HAMA YANG MENYERANG ORGAN TUMBUHAN A.HAMA PENGGEREK UMBI KENTANG UMBI KENTANG YANG TERKENA HAMA PENGGERAK UMBI KENTANG MENUNJUKKAN GEJALA – GEJALA YAKNI, PADA KULIT UMBI TERDAPAT KUMPULAN KOTORAN ULAT BERWARNA COKLAT TUA, JIKA UMBI DIBELAH, DIDALAMNYA TERDAPAT ALUR – ALUR, WARNA DAUN MERAH TUA DAN TERDAPAT JALINAN BENANG YANG MELIPUTI ULAT. HAMA PENGGEREK DISEBUT P HTHORIMAEA OPERCULELLA, YAKNI BERUPA ULAT BERWARNA KELABU DENGAN PANJANG TUBUHNYA
1 CM. ULAT INI AKAN TUMBUH MENJADI NGENGAT BERWARNA KELABU DENGAN SAYAP BERUMBAI – RUMBAI. PENGENDALIAN YANG HARUS DILAKUKAN PADA HAMA TERSEBUT ADALAH DENGAN BAKTERI (DISTERILKAN) SEBELUM DIGUNAKAN.
B.HAMA PEMAKAN DAUN KUBIS Daun kubis yang terserang hama menunjukan gejala – gejala sebagai berikut. Hama (ulat) memakan daun kubis tanpa epidermisnya (kulit arinya) sehingga daun “berjendela” dan tampak memutih bahkan jika serangan hamanya berat, daun akan tampak berlubang – lubang dan hanya tinggal tulang daunnya saja. Hama pemakan daun kubis ini disebut Plutella xylostella atau biasa disebut hama putih Ciri – cirinya: ulat berwarna hijau muda, berbulu hitam, kepala kekuningan dengan bercak – bercak gelap, dan ukuran tubuhnya 9 mm.
CARA PENGENDALIAN TERHADAP HAMA PEMAKAN DAUN KUBIS DIANTARANYA SEBAGAI BERIKUT: A)MELAKUKAN PERGILIRAN TANAMAN SELAMA 3 – 4 BULAN. LANGKAH INI DILAKUKAN DENGAN CARA MENANAM TANAMAN YANG BUKAN SEFAMILI DENGAN KUBIS – KUBISAN PADA LAHAN YANG AKAN DITANAMI KUBIS. HAL INI DILAKUKAN DENGAN TUJUAN UNTUK MEMUTUSKAN SIKLUS HAMA.
B)SECARA BIOLOGIS DENGAN MENGGUNAKAN BAKTERI
BACILLUS
THURINGIENSIS .
C)SECARA KIMIAWI DENGAN MENGGUNAKAN INSEKTISIDA. D)SECARA MEKANIK DENGAN MELAKUKAN PENJEBAKAN PADA
SERANGGA DEWASA. PENJEBAKAN DILAKUKAN DENGAN MENGGUNAKAN LAMPU DAN CAWAN BERISI AIR .
B. PENYAKIT PADA ORGAN TANAMAN Penyakit tanaman adalah gangguan pada tanaman yang disebabkan oleh mikroorganisme. Mikroorganisme tersebut dapat berupa virus, bakteri, fungi (jamur), protozoa (hewan bersel satu) dan cacing nematoda. Mikroorganisme menyerang berbagai organ tanaman, baik pada bagian akar, batang, daun dan buah. Mikroorganisme hidup pada organ tanaman dan meracuninya sehingga tanaman menjadi terhambat pertumbuhannya dan akhirnya mati.
JENIS-JENIS PENYAKIT PADA TUMBUHAN 1. Penyakit rebah kecambah Pembusukan pada leher akar tanaman yang baru tumbuh (sedang berkecambah). Disebabkan oleh serangan jamur Phytium sp . dan Rhizoctonia solani . Akibatnya leher akar mengecil sehingga tak mampu lagi menopang batang tanaman. Batang menjadi busuk dan kering sehingga keadaan tanaman akan rebah.
2. PENYAKIT
EMBUN TEPUNG
Menyerang biji yang sedang tumbuh sehingga biji yang belum mempunyai daun pertama menjadi keropos dan akhirnya mati. Disebabkan oleh jamur Peronospora parasitica. Akibatnya adalah keadaan tanaman menjadi kerdil, pada daunnya terdapat bercakbercak hitam.
3. PENYAKIT
PADA TANAMAN KENTANG
Disebabkan oleh jamur, yaitu Phytophtora infestan.
4. PENYAKIT
PADA TANAMAN PADI
Disebabkan oleh sejenis jamur, yaitu Pyricularia oryzae . Jamur ini menyerang ruas-ruas batang dan butir padi. Akibatnya, ruas-ruas batang menjadi mudah patah dan akhirnya tanaman padi mati.
5. PENYAKIT
PADA TANAMAN JERUK
Disebabkan oleh bakteri, yaitu Bactery Like Organism yang menyerang pembuluh tapis (floem ) pada batang jeruk. Gejalanya berupa kuncup-kuncup daun yang menjadi kecil lalu akhirnya berwarna kuning dan diikuti dengan buah yang juga menjadi berwarna kuning.
6. PENYAKIT MOSAIK PADA TEMBAKAU Disebabkan oleh virus TMV (Tobacco Mosaic Virus). Menyerang permukaan bagian atas dari daun tembakau. Daun tanaman tembakau menjadi berkerut dan memiliki bercak-bercak kuning. Akibatnya, daun menjadi tidak bermutu, tidak laku dijual dan petani mengalami kerugian
7. CVPD (C ITRUS V EIN P HLOEM D EGENERATION ) Disebabkan oleh virus yang merusak pembuluh tapis (floem ) tanaman jeruk. Daun jeruk menjadi lebih kecil dan berwarna kuning serta pertumbuhan kuncupnya lambat. Pada stadium lanjut, daun jeruk akan gugur sehingga menjadi tidak produktif lagi dan mati.
8. PENYAKIT
PADA TANAMAN ANGGREK
Disebabkan oleh Pseudomonas cattleyas , yaitu sejenis bakteri yang menyebabkan penyakit pada tanaman anggrek.
9. PENYAKIT MOSAIK PADA JAGUNG Disebabkan oleh sejenis jamur, yaitu Ustilago maydis. Jika pada tanaman gandum, disebabkan oleh Ustilago avenae. Jika pada tanaman tebu, disebabkan oleh Ustilago scitaminea.
C.UPAYA PENANGGULANGAN Pemberantasan hama dan penyakit tanaman dapat dilakukan dengan beberapa macam cara, antara lain:
Pemberantasan secara biologi
Pemberantasan secara mekanik
Pemberantasan secara kimiawi
1. PEMBERANTASAN SECARA BIOLOGI Pemberantasan hama tanaman dengan menggunakan organisme lain sebagai musuhnya (hewan yang bersifat predator). Contoh: Ulat yang merusak pohon padi dibasmi dengan melepaskan predator, yaitu burung pemakan ulat. Kutu loncat diberantas dengan semut rangrang Tikus diberantas dengan ular sawah
2. PEMBERANTASAN SECARA KIMIA Pemberantasan hama dengan menggunakan zatzat kimia atau pestisida Pestisida yang umum digunakan, antara lain: Insektisida untuk membasmi serangga Fungisida untuk membasmi jamur Nematisida untuk membasmi cacing perusak tanaman Bakterisida untuk membasmi bakteri Rodentisida untuk membasmi hewan pengerat
3. PEMBERANTASAN SECARA MEKANIK
Pemberantasan hama secara konvensional, misalnya; memotong bagian tanaman yang terkena serangan hama dan penyakit. membakar tanaman yang diserang pengganggu mengusir gerombolan burung-burung pengganggu menangkap dengan perangkap hewan Membunuh hewan penganggu