18
LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR
AYUNAN MAGNETIK
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Ujian Akhir Semester
Pada Mata Kuliah Aplikasi Komputer
Disusun Oleh
Ahmad Saepul Fikri
1177040007
LABORATORIUM TERPADU
FAKULTAS SAINS DAN TEKONOLGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJADI
BANDUNG
2017
KATA PENGANTAR
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh
Alhamdulillahirabbil'alamin. Puji syukur kehadirat Alloh SWT, yang telah melimpahkan nikmat dan karunia-Nya kepada penyusun, sehingga penyusun dapat menyelesaikan penyusunan laporan praktikum ini dengan judul "AYUNAN MAGNETIK" dengan baik dan lancar. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, yang telah menjadi suri tauladan untuk semua umat islam.
Penyusunan laporan praktikum ini dapat terwujud berkat bantuan, dorongan dan bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dengan ikhlas dan kerendahan hati, penyusun mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada berbagai pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan praktikum ini yang tidak dapat penyusun sebutkan satu persatu.
Penyusun menyadari bahwa laporan praktikum ini masih jauh dari sempurna mengingat keterbatasan ilmu pengetahuan yang ada pada diri penyusun. Oleh karena itu, kritik maupun saran konstruktif dari pembaca yang budiman sangat berarti bagi penyusun dalam menyempurnakan laporan praktikum ini. Namun demikian, semoga laporan praktikum ini dapat bermanfaat bagi kita semua dengan keterbatasannya.
Wasalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Bandung, 03 Januari 2017
Penulis
ABSTRAK
Ahmad Saepul Fikri. 1177040007. Ayunan Magnetik. Untuk Memenuhi Tugas Akhir Praktikum. Program Studi Kimia Sains, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati. Bandung. 2017.
Telah dilakukan praktikum ayunan magnetik yang bertujuan untuk menentukan besar medan magnet B dan gaya magnetik F yang timbul berdasarkan grafik hubungan sudut simpangan terhadap kuat arus pada percobaan 1, untuk menentukan besar medan magnet B dan gaya magnetik F yang timbul berdasarkan grafik hubungan sudut simpangan terhadap panjang kumparan pada percobaan 2. Dengan memvariasi hambatan akan menghasilkan arus yang berbeda, begitu juga sudut simpangan terjauh juga akan berbeda.
Dari percobaan tersebut, didapatkan data untuk menentukan besar medan magnet dan gaya magnetik yang dihasilkan. Selain itu, data dibuat dalam bentuk grafik hubungan antara sudut simpangan terhadap arus yang kemudian akan mudah menentukan besar medan magnet dan gaya magnetik yang dihasilkan. Dilakukan perbandingan antara hasil grafik dengan hasil perhitungan secara manual pada data tersebut. Pada variasi kumparan, semakin panjang kumparan semakin kecil arus yang dihasilkan, sedangkan pada variasi hambatan semakin kecil hambatan maka arus semakin besar.
Kata kunci: Gaya Magnetik; Arus; Hambatan; Grafik; Medan Magnet
ABSTRACT
Ahmad Saepul Fikri. 1177040007. Magnetic Swing. To Fulfill The Final Task practice. Science Chemistry Study Program. Faculty of Science and Technology. State Islamic University Sunan Gunung Djati. Bandung. 2017.
The magnetic swing practice has been performed which aims to determine the magnitude of the magnetic field B and the magnetic force F arising from the graph of the angular deviation relationship with the force of current in experiment 1, to determine the magnetic field of magnitude B and the magnetic force F arising from the angular relationship graph with the long coil in experiment 2. By varying the resistance will produce different currents, so also the furthest corner of deviation will also be different.
From these experiments, data were obtained to determine the magnetic field magnetism and the resulting magnetic force. In addition, the data is made in graphical form of the relationship between the angle of deviation to the current which will then easily determine the magnetic field magnitude and the resulting magnetic force. Comparison of graphic results with the results of calculations manually on the data. In the coil variation, the longer the coil the smaller the current generated, whereas the smaller the resistance variation of the obstacles the greater the current.
Kata kunci: Current; Obstacles; Graph, Terrain Field
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR i
ABSTRAK ii
ABSTRACT iii
DAFTAR ISI iv
DAFTAR TABEL vi
DAFTAR GAMBAR vii
DAFTAR LAMPIRAN viii
BAB I PENDAHULUAN 1
A. Latar Belakang Percobaan 1
B. Rumusan Masalah 3
C. Tujuan Percobaan 3
D. Manfaat Percobaan 4
BAB II LANDASAN TEORI 6
A. Dasar Teori 6
B. Hipotesis 8
BAB III METODOLOGI PERCOBAAN 9
A. Alat dan Bahan 9
B. Prosedur Kerja 9
BAB IV DATA HASIL PERCOBAAN 12
A. Data Hasil Percobaan 12
BAB V PEMBAHASAN HASIL PERCOBAAN 14
A. Besar Medan Magnet B dan Gaya Magnetik F yang Timbul Berdasarkan Grafik Hubungan Sudut Simpangan terhadap Kuat Arus pada Percobaan 1 14
B. Besar Medan Magnet B dan Gaya Magnetik F yang Timbul Berdasarkan Grafik Hubungan Sudut Simpangan terhadap Panjang Kumparan pada Percobaan 2 14
C. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Percobaan Ayunan Magnetik 15
BAB VI KESIMPULAN 16
A. Kesimpulan 16
B. Saran 16
DAFTAR PUSTAKA 17
DAFTAR TABEL
Tabel 3.1 Alat dan Bahan 9
Tabel 4.1 Variasi Hambatan Pada Ayunan Magnetik 12
Tabel 4.2 Variasi Kumparan Pada Ayunan Magnetik 13
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.1 Komponen-komponen Baterai Lithium 2
Gambar 1.2 Reaksi Dalam Baterai Lithium 2
Gambar 1.3 Struktur Selulosa 3
Gambar 2.1 Kaidah Tangan Kanan Gaya Lorentz 6
Gambar 2.2 Persamaan Gaya Lorentz 7
Gambar 3.1 Rangkaian Alat Percobaan 9
Gambar 3.2 Variasi Hambatan 10
Gambar 3.3 Variasi Kumparan 11
Gambar 4.1 Hubungan Sudut Simpangan Terhadap Kuat Arus 12
Gambar 4.2 Hubungan Sudut Simpangan Terhadap Panjang Kawat 13
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1. Hasil Perhitungan Data Percobaan 18
BAB I
PENDAHULUAN
Latar belakang Percobaan
Latar belakang di laksanaknnya percobaan ayunan magnetik ini yaitu apabila kawat dialiri arus listrik maka akan menimbulkan medan magnet disekitarnya. Bila penghantar berarus diletakan didalam medan magnet, maka penghantar akan timbul gaya (Giancoli, 2001).
Dalam penyelidikan Lorentz menyimpulkan bahwa besar gaya yang ditimbulkan berbanding lurus dengan kuat arus (I), kuat medan magnet (B), panjang kawat (L) dan sudut yang dibentuk oleh arus litstik dengan arah medan magnetnya (α). Untuk menghargai jasa penemuan Hendrik Anton Lorentz, gaya tersebut disebut dengan Gaya Lorentz (Haliday, Fisika Jilid I, 2004).
Hukum Gaya Lorentz menggambarkan pengaruh E dan B diatas titik muatan, tapi kukuatan elektromagnetik tersebut tidak selalu gambar. Dibebankan partikel yang mungkin digabungkan dengan pasukan lain, khususnya gravitasi dan kekuatan nuklir. Respons suatu titik muatan Hukum Lorentz adalah salah satu aspek; generasi E dan B dengan arus dan biaya lain.
Dalam kehidupan nyata, gaya Lorentz tidak cukup untuk menggambarkan perilaku dari partikel, baik dalam prinsip dan sebagai masalah perhitungan. Partikel-partikel bermuatan dalam media bahan baik menanggapi E dan B da menghasilkan bidang-bidang ini. Kompleks persamaan trasfortasi harus dipecahkan untuk menentukan waktu dan respons ruang muatan (Haliday, Fisika Jilid II, 2004).
Sumber arus listrik untuk menghasilkan syunan magnetik dapat menggunakan catut daya ataupun batu baterai. Batu baterai yang digunakan adalah jenis batu baterai sekunder yang terbuat dari ion lthium seperti pada gambar 1.1.
Gambar 1.1 Komponen-komponen Baterai Lithium
Bahan kimia yang digunakan dalam baterai Lithium bermacam-macam dan salah satunya adalah Lithium Kobalt Oksida (LiCoO2) yang mana pada baterai Lithium Kobalt Oksida terjadi reaksi kimia antara ion Lithium dengan Cobalt dioksida dengan persamaan reaksi kimia sebagai berikut:
Reaksi tersebut reaksi dalam pengisian ataupun penggunaan baterai dari bahan Lithium. Seperti pada Gambar 1.1 berikut.
Gambar 1.2 Reaksi Dalam Baterai Lithium
Pada saat praktikum, praktikan menggunakan meja yang tersusun atas serat selulosa (seperti pada gambar 1.4) sebagai media untuk menempatkan alat dan bahan selama praktikum berlangsung. (Yayan, 2010)
Gambar 1.3 Struktur Selulosa
Berdasarkan uraian tersebut diatas, maka penulis mencoba untuk melakukan percobaan terhadap permasalahan tersebut dengan judul "Ayunan Magnetik".
Rumusan masalah
Adapun masalah yang akan diteliti dalam praktikum ayunan magnetik dapat dirumuskan sebagai berikut:
Berapa besar medan magnet B dan gaya magnetik F yang timbul berdasarkan grafik hubungan sudut simpangan terhadap kuat arus pada percobaan 1?
Berapa besar medan magnet B dan gaya magnetik F yang timbul berdasarkan grafik hubungan sudut simpangan terhadap panjang kumparan pada percobaan 2?
Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi percobaan ayunan magnetik?
Tujuan Percobaan
Adapun tujuan di laksanakannya praktikum ayunan magnetik yaitu sebagai berikut:
Untuk menentukan besar medan magnet B dan gaya magnetik F yang timbul berdasarkan grafik hubungan sudut simpangan terhadap kuat arus pada percobaan 1
Untuk menentukan besar medan magnet B dan gaya magnetik F yang timbul berdasarkan grafik hubungan sudut simpangan terhadap panjang kumparan pada percobaan 2
Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi percobaan ayunan magnetik
Manfaat Percobaan
Adapun manfaat di laksanakannya praktikum ayunan magnetik ini yaitu sebagai berikut:
Supaya dapat menentukan besar medan magnet B dan gaya magnetik F yang timbul berdasarkan grafik hubungan sudut simpangan terhadap kuat arus pada percobaan 1
Supaya dapat menentukan besar medan magnet B dan gaya magnetik F yang timbul berdasarkan grafik hubungan sudut simpangan terhadap panjang kumparan pada percobaan 2
Supaya mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi percobaan ayunan magnetik
Sistematika Penulisan
Adapun sistematika penulisan laporan praktikum ini yaitu sebagai berikut:
KATA PENGANTAR
ABSTRAK
ABSTRACT
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR LAMPIRAN
BAB I PENDAHULUAN
Latar belakang Percobaan
Rumusan masalah
Tujuan Percobaan
Manfaat Percobaan
BAB II LANDASAN TEORI
Dasar Teori
Hipotesis
BAB III METODOLOGI PERCOBAAN
Alat dan Bahan
Prosedur Kerja
BAB IV DATA HASIL PERCOBAAN
Data Hasil Percobaan
BAB V PEMBAHASAN HASIL PERCOBAAN
Besar Medan Magnet B dan Gaya Magnetik F yang Timbul Berdasarkan Grafik Hubungan Sudut Simpangan terhadap Kuat Arus pada Percobaan 1
Besar Medan Magnet B dan Gaya Magnetik F yang Timbul Berdasarkan Grafik Hubungan Sudut Simpangan terhadap Panjang Kumparan pada Percobaan 2
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Percobaan Ayunan Magnetik
BAB VI KESIMPULAN
Kesimpulan
Saran
DAFTAR PUSTAKA
BAB II
LANDASAN TEORI
Dasar Teori
Gaya Lotentz adalah gaya yang ditimbulkan oleh muatan listrik yang bergerak atau oleh arus listrik yang berada dalam suatu medan magnet (B). Arah gaya ini akan mengikuti arah maju skrup yang diputar oleh vektor arah gaya gerak muatan listrik (v) kearah medan magnet (B). Maka dapat dirumuskan sebagai berikut:
F= q (v × B) (2.1)
Keterangan :
F = gaya (N)
B = medan magnet (T)
q = muatan listrik (C)
v = arah kecepatan muatan (mt) (Tipler, 2001)
Sebuah partikel bermuatan listrik yang bergerak dalam daerah medan magnet homogen akan mendapat gaya. Gaya ini yang dinamakan gaya Lorentz. Gerak partikel akan menyimpang searah dengan gaya lorentz yang dipengaruhi. Arah gaya Lorentz pada muatan yang bergerak dapat juga ditentukan dengan menggunakan kaidah tangan kanan dari gaya Lorentz (F) akibat dari arus listrik, I dalam suatu medan magnet B. Ibu jari, menunjukan arah gaya Lorentz, jari telunjuk menunjukan arah medan magnet (B), dan jari tengah menunjukan arah arus listrik (I). Untuk muatan positif arah gerak searah dengan arah arus, sedangkan untuk muatan negatif arah gerak berlawanan dengan arah arus.
Gambar 2.1 Kaidah Tangan Kanan Gaya Lorentz
Jika besar muatan q bergerak dengan kecepatan v dan I = qt, maka persamaan gaya Lorentz untuk untuk kawat dapat ditulis:
Gambar 2.2 Persamaan Gaya Lorentz
F = B . I . L . sinθ (2.2)
karena I = qt maka dapat ditulis :
F = B . qt . L . sinθ
F = B . q . Lt . sinθ
karena Lt = v maka dapat ditulis :
F = B . q . v . sinθ (2.3)
Sehingga besarnya gaya Lorentz yang dialami oleh sebuah muatan yang bergerak dalam daerah medan magnet dapat dicari dengan menggunakan persamaan berikut :
F = B .q . v .sinθ (2.4)
Keterangan :
F = gaya lorentz (N)
q = besarnya muatan (C)
v = kecepatan muatan (C)
B = kuat medan magnet (T)
θ = sudut simpangan antara v dan B (Astuti, 2011)
Bila sebuah partikel bermuatan listrik bergerak tegak lurus dengan medan magnet homogen yang mempengaruhi selama geraknya, maka muatan akan bergerak dengan lintasan berupa lingkaran. Sebuah muatan positif bergerak dalam medan magnet B (dengan arah menembus bidang) secara terus menerus akan membentuk lintasan lingkaran dengan gaya lorentz yang timbul menuju pusat lingkaran. Demikian juga untuk muatan negatif. Persamaan-persamaan yang mempengaruhi pada muatan yang bergerak dalam medan magnet homogen sedemikian sehingga membentuk lintasan lingkaran. Gaya yang dialami oleh medan magnet :
F = q . v .B (2.5)
Gaya sentripetal yang dialami oleh partikel yaitu dengan menyamakan kedua persamaan sehingga mendapatkan persamaan :
R = m .vB . q (2.6)
Keterangan :
R = jari-jari lintasan partikel (m)
m = massa partikel (Kg)
v = kecepatan partikel (m)
B = kuat medan magnet (T)
Q = Muatan partikel (C) (Leanginan, 2004)
Hipotesis
Berdasarkan kajian teori, praktikan menduga untuk menghitung gaya Lorentz dipengaruhi oleh semakin besar tegangan (V) yang diberikan, maka sudut simpangan pada kawat akan semakin jauh dan kuat arus listrik (I) akan semakin kecil. Selain itu adanya batang magnet menyebabkan gaya dorong pada kumparan kawat tersebut.
BAB III
METODOLOGI PERCOBAAN
Alat dan Bahan
Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ayunan magnetik yaitu sebagai berikut:
Tabel 3.1 Alat dan Bahan
Prosedur Kerja
Adapun prosedur kerja pada praktikum ayunan magnetik yaitu sebagai berikut:
Gambar 3.1 Rangkaian Alat Percobaan
Percobaan 1 Variasi Hambatan Pada Ayunan Magnetik
Rangkai alat seperti pada gambar 3.1 setelah itu ukur massa dan panjang kumparan (pada saat mengukur massa dan panjang kawat, skala alat ukur harus nol dan posisi praktikan harus tepat untuk mendapatkan data yang baik). Pasang mangnet ditengah tiang penyangga sehingga magnet membentuk huruf U dan berotasi 90̊. Setelah itu, pasang kumparan paa tiang penyangga hingga kumparan melewati bagian dalam magnet. Amati yang terjadi pada amperemeter kemudian catat sudut simpangan terjauh yang dibentuk oleh kumparan yang arus listrik terbesar pada amperemeter. Ulangi langkah-langkah tersebut sebanyak 5 kali dengan hambatan yang berbeda.
Pasang kumparan ditiang penyangga dan melewati magnetSiapkan alat dan bahanAmati kumparan dan amperemeterBuat grafik tan θ terhadap kuat arus (I)Pasang magnet ditiang penyangga dan berotasi 90̊Ukur panjang dan massa kumparanUlangi langkah diatas tersebut dengan hambatan berbedaCatat sudut simpangan dan kuat arus
Pasang kumparan ditiang penyangga dan melewati magnet
Siapkan alat dan bahan
Amati kumparan dan amperemeter
Buat grafik tan θ terhadap kuat arus (I)
Pasang magnet ditiang penyangga dan berotasi 90̊
Ukur panjang dan massa kumparan
Ulangi langkah diatas tersebut dengan hambatan berbeda
Catat sudut simpangan dan kuat arus
Gambar 3.2 Variasi Hambatan
Percobaan 2 Variasi kumparan pada ayunan magnetik
Pertama ukur massa dan panjang kumparan (skala alat sebelum digunakan harus nol). Pasang magnet pada tiang penyangga hingga membentuk huruf U dengan rotasi 90̊. Pasang kumparan pada tiang penyangga hingga kumparan melewati bagian dalam magnet. Setelah itu, hubungkan kabel dengan hambatan 1, catat kuat arus pada amperemeter dan catat sudut simpangan pada kumparan. Ulangi langkah-langkah tersebut dengan kumparan yang berbeda.
Siapkan alat dan bahanAmati kumparan dan amperemeterBuat grafik tan θ terhadap kuat arus (I)Pasang magnet ditiang penyangga dan berotasi 90̊Ukur panjang dan massa kumparanPasang kumparan ditiang penyangga dan melewati magnetUlangi langkah diatas tersebut dengan hambatan berbedaHubungkan kabel dengan hambatanCatat sudut simpangan dan kuat arus
Siapkan alat dan bahan
Amati kumparan dan amperemeter
Buat grafik tan θ terhadap kuat arus (I)
Pasang magnet ditiang penyangga dan berotasi 90̊
Ukur panjang dan massa kumparan
Pasang kumparan ditiang penyangga dan melewati magnet
Ulangi langkah diatas tersebut dengan hambatan berbeda
Hubungkan kabel dengan hambatan
Catat sudut simpangan dan kuat arus
Gambar 3.3 Variasi Kumparan
BAB IV
DATA HASIL PERCOBAAN
Data Hasil Percobaan
Tabel 4.1 Variasi Hambatan Pada Ayunan Magnetik
Gambar 4.1 Hubungan Sudut Simpangan Terhadap Kuat Arus
Tabel 4.2 Variasi Kumparan Pada Ayunan Magnetik
Gambar 4.2 Hubungan Sudut Simpangan Terhadap Panjang Kawat
BAB V
PEMBAHASAN HASIL PERCOBAAN
Besar Medan Magnet B dan Gaya Magnetik F yang Timbul Berdasarkan Grafik Hubungan Sudut Simpangan terhadap Kuat Arus pada Percobaan 1
Pada percobaan pertama, melakukan pengamatan dengan memvariasikan kumparan yang berbeda dengan massa yang sama untuk mengetahui besar sudut simpangan terjauh dan besar arus listrik yang dihasilkan.
Pada setiap percobaan dengan memvariasikan kumparan dengan massa yang sama menghasilkan arus listrik dan besar sudut simpangan yang berbeda-beda. Hal ini dapat mempengaruhi terhadap nilai gaya magnetik yang sangat dipengaruhi oleh besar medan magnet, sudut simpangan yang dibentuk, panjang kumparan dan arus lisrtik.
Dari hasil percobaan, variasi hambatan akan mempengaruhi arus listrik dan tegangan yang diberikan pada sebuah kumparan dan akan menyababkan perbedaan sudut yang dihasilkan pada saat magnet didekatkan menuju kumparan. Adapun besar rata-rata medan magnet yaitu -0,00357 N.
Perbedaan F dan B yang dihasilkan percobaan dipengaruhi oleh besar sudut dan perbedaan arus yang diterima oleh masing-masing kumparan, resistor dan hambatan yang dibuat bervariasi sehingga jalannya arus tegangan dan arus listrik yang mengalir pada kumparan menjadi berbeda sehingga akan mempangaruhi medan magnet tersebut. Medan magnet akan memepngaruhi besarnya nilai gaya magnetik.
Besar Medan Magnet B dan Gaya Magnetik F yang Timbul Berdasarkan Grafik Hubungan Sudut Simpangan terhadap Panjang Kumparan pada Percobaan 2
Pada percobaan kedua, melakukan pengamatan dengan memvariasikan besar hambatan untuk mengetahui besar sudut simpangan terjauh dan besar arus listrik yang dihasilkan.
Pada setiap percobaan yang dilakukan dengan memvariasikan hambatan menghasilkan sudut simpangan dan arus listrik yang berbeda-beda. Hal ini dapat mempengaruhi terhadap nilai gaya magnetik yang sangat dipengaruhi oleh besar medan magnet, sudut simpangan yang dibentuk, panjang kumparan dan arus listrik.
Berdasarkan hasil percobaan, besar sudut simpangan yang dibentuk berbanding lurus dengan kuat arus. Setalah menentukan sudut yang dihasilkan pada kumparan yang dialiri arus listrik diperoleh nilai tan untuk menentukan besar medan magnet. Selanjutnya nilai magnet ini dapat menentukan nilai gaya magnetik yang dihasilkan oleh sebuah kumparan yang dialiri arus listrik. Besar medan magnet rata-rata dari setiap percobaan yang dilakukan terhadap variasi kumparan adalah 2,17 N.
Perbandingan F dan B yang dihasilkan dipengaruhi sudut dan perbedaan arus yang diterima oleh masing-masing kumparan, resistor yang konstan memberi arus dan tegangan yang konstan .
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Percobaan Ayunan Magnetik
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi percobaan ayunan magnetik yaitu sebagai berikut:
Besar arus listrik
Besar kecepatan gerak partikel
Induksi mangnetik medan magnet
Sudut antara kuat arus dengan medan magnet
Jarak antara kedua kawat
Kuat arus listrik yang mengaliri pada kawat
Kuat medan magnet
Panjang kawat
BAB VI
KESIMPULAN
Kesimpulan
Berdasarkan uraian tersebut diatas, maka dapat disimpulkan bahwa besar gaya magnet pada kawat berarus dapat ditentukan dengan melihat persimpangan sudut yang dihasilkan pada saat ayunan magnetik sebuah kumparan, jika kawat yang dilairi arus listrik ditempatkan dalam medan magnet, maka kawat tersebut mendapat gaya magnet. Besar gaya dan arah gaya yang dialami kawat yang dilairi arus listrik dalam medan magnet oleh hukum Lorentz.
Saran
Untuk praktikan selanjutnya untuk lebih teliti kembali saat menentukan sudut simpangan, panjang kumparan dan kuat arus listrik. Selain menggunakan catut daya sebagai sumber listrik, praktikan juga bisa menggunakan baterai sekunder dari bahan ion Lithium sebagai alternatif sumber arus listrik.
DAFTAR PUSTAKA
Astuti, T. W. (2011). Fisika Dasar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Cotton, F. A. (1989). Kimia Anorganik Dasar. Jakarta: Universitas Indonesia press.
Giancoli. (2001). Fisika Jilid 1 Edisi Kelima. Jakarta: Erlangga.
Haliday, R. (2004). Fisika Jilid I. Jakarta: Erlangga (Terjemahan).
Haliday, R. (2004). Fisika Jilid II. Jakarta: Erlangga (Terjemahan).
Leanginan, M. (2004). Fisika. Jakarta: Erlangga.
Tipler, P. A. (2001). Fisika untuk Sains dan Teknik. Jakarta: Erlangga.
Yayan, S. (2010). Kimia Dasar I. Bandung: Yrama Widya.
LAMPIRAN
Lampiran 1. Hasil Perhitungan Data Percobaan
Percobaan 1 Variasi Hambatan
Menentukan besar magnet B
Menentukan Besar Medan Magnet B1
B1= a × m × gL1
B1= -14,286 × 0,002 × 100,05
B1= -0,2860,05
B1= -5,714 T
Menentukan Besar Medan Magnet B2
B2 = a × m × gL2
B2 = -14,286 × 0,002 × 100,05
B2= -0,2860,05
B2= -5,714 T
Menentukan Besar Medan Magnet B3
B3 = a × m × gL3
B3= -14,286 × 0,002 × 100,05
B3= -0,2860,05
B3= -5,714 T
Menentukan Besar Medan Magnet B3
B4 = a × m × gL4
B4= -14,286 × 0,002 × 100,40
B4= -0,2860,05
B4=-5,714 T
Menentukan Besar Medan Magnet
=a × m × g
= 605,25 × 0,02 × 100,05
= -0,2860,05
= -5,714 T
Menentukan besar magnet F
Menentukan Besar Medan Magnet F1
F1 = B1 × ׀1 × L1 ×sinθ
F1 = -5,714 × 0,6 × 0,05 ×0,342
F1 = -0,050 N
Menentukan Besar Medan Magnet F2
F2 = B2 × ׀2 × L2×sinθ
F2 = -5,714 × 0,6 × 0,05 ×0,342
F2 = -0,050 N
Menentukan Besar Medan Magnet F3
F3 = B3 × ׀3 × L3 ×sinθ
F3 = -5,714 × 0,6 × 0,05 × 0,423
F3= -0,041 N
Menentukan Besar Medan Magnet F4
F4 = B4 × ׀4 × L4 ×sinθ
F4 = -5,714 × 0,6 × 0,05 ×0,423
F4= -0,041 N
Menentukan Besar Medan Magnet
= × × ×
= 212,4 × 0,6 × 0,05 ×0,383
= -0,045 N
Percobaan 2 Variasi Kumparan
Menentukan besar magnet B
Menentukan Besar Medan Magnet B1
B1= a × m × gL1
B1= 605,26 × 0,002 × 100,045
B1= 12,1050,045
B1= 269 T
Menentukan Besar Medan Magnet B2
B2 = a × m × gL2
B2 = 605,26 × 0,002 × 100,05
B2=12,1050,055
B2=220,1 T
Menentukan Besar Medan Magnet B3
B3 = a × m × gL3
B3= 605,26 × 0,002 × 100,07
B3= 12,1050,05
B3= 172,9 T
Menentukan Besar Medan Magnet
=a × m × g
= 605,26 × 0,002 × 100,05
= 12,1050,05
= 212,4 T
Menentukan besar magnet F
Menentukan Besar Medan Magnet F1
F1 = B1 × ׀1 × L1 ×sinθ
F1 = 269 × 0,6 × 0,045 ×0,174
F = 1,264 N
Menentukan Besar Medan Magnet F2
F2 = B2 × ׀2 × L2 ×sinθ
F2 = 220,1 × 0,6 × 0,055 ×0,259
F2 = 1,881 N
Menentukan Besar Medan Magnet F3
F3 = B3 × ׀3 × L3 ×sinθ
F3 = -5,714 × 0,6 × 0,07 ×0,423
F3= 3,072 N
Menentukan Besar Medan Magnet
= × × ×
= 212,4 × 0,6 × 0,57 ×0,287
= 20,848 N